Memasuki ruang pameran Julio Le Parc terasa seperti melangkah ke dalam mesin visual yang sedang bermimpi. Cahaya bergerak di atas dinding, bayangan berubah setiap kali tubuh bergeser, sementara permukaan reflektif memecah sosok pengunjung menjadi fragmen yang terus bergetar. Tidak ada satu sudut pandang yang benar-benar stabil karena seluruh ruang seolah menolak untuk diam. Pengalaman inilah…
Bayangkan masuk ke sebuah museum, tetapi yang menyambut bukan lukisan diam di dinding putih atau patung klasik di tengah ruangan, melainkan lanskap visual yang bergerak seperti mimpi mesin. Itulah daya tarik museum AI art yang kini makin ramai dibicarakan setelah Dataland Refik Anadol dibuka di Los Angeles sebagai ruang khusus untuk seni berbasis kecerdasan buatan.…
